THE DEVIL WEARS PRADA, KERJA KERAS DEMI SI BOS

THE DEVIL WEARS PRADA, KERJA KERAS DEMI SI BOS

Hallo, Sobat TulKit, kali ini kita akan membahas film tentang “The Devil Wears Prada”. Film ini Diangkat dari novel berjudul sama karya Lauren Weisberger. The Devil Wears Prada merupakan film Drama Romantik Komedi yang dapat dibilang agak seru. Mengisahkan seorang pencari kerja yang akhirnya memasuki dunia yang ia tak tahu sama sekali sebelumnya. Dan kini ia harus menghadapinya. Dalam film ini penonton dibuat menyelami dunia sebuah majalah fashion. Bagaimana keadaan didalamnya dan apa saja seluk beluk didalam dunia tersebut.

Bila dibandingkan dengan film-film lain yang mengangkat jenis yang sama, jenis film biografikal yang mengisahkan suatu keadaan, pekerjaan, kisah hidup, kultur, budaya suatu tempat secara mendalam.

Cerita ini bertautan antara dunia jurnalistik dan fashion yang diperankan oleh seorang figur penting di bidang fashion, Miranda Priestly (Meryl Streep), sebagai kepala editor majalah Runway.

Nah Sobat Tulkit, film ini mendapatkan banyak nominasi loh atas penghargaannya. Beberapa diantaranya: Academy Awards, dinominasikan sebagai artis terbaik; Golden Globes, pemenang artis terbaik dalam kategori film komedi atau musical.

Langsung saja kita masuk ke inti filmnya ya Sobat Tulkit. Sosok pemeran utama yang tidak kalah Andrea “Andy” Sachs (Anna Hathaway), lulusan jurnalistik dari sebuah universitas yang tengah mencari kerja. Pada akhirnya mendapat pekerjaan di majalah Runway sebagai co-assistant Miranda Priestly.

Jadi Andy penuh keteteran

Sumber: New York Post

Pada saat awal ia bekerja, Andy merasa sangat bingung dengan pekerjaannya. Ia melakukan hal yang diluar batas seorang asisten seharusnya. Asisten yang biasanya harus mengangkat telepon, mengatur jadwal bos dan mengetik sesuatu, ia harus berlari-lari. Entah mengantarkan anak Miranda kesekolah, membelikan kopi, membawa mobilnya ke bengkel dan semacamnya. Ia juga dilarang untuk ke kamar mandi. Makan siang juga cuma 15 menit. Sangat ketat sekali peraturan di situ sampai ia hanya bisa istirahat saat akhir pekan.

Andy juga dipandang sinis oleh Asisten Utama (first asisstant) Emily Charlton karena gaya berpakaiannya yang tak fashionable, bajunya murahan dan tak punya rasa fashion sama sekali.

Orientasi film ini didasarkan dengan kemiripan karakter antara Andrea dan Miranda. Bisa dilihat keduanya memiliki kepribadian yang gigih, dan menjiwai pekerjaan mereka. Kemiripan tersebut terlihat dari sikap Andy yang tidak menyerah walau ia memulai pekerjaannya dengan tidak baik. Meski terancam beberapa kali akan kehilangan pekerjaannya, Andy bersikeras mengerjakan pekerjaannya dengan sangat baik.

Komitmen yang ditunjukkan Andy tidak berhenti sampai disana. Bahkan sebagai seorang lulusan universitas berpenampilan sederhana, Andy tidak sungkan dan membuka hati merubah gaya mode untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Perubahan berangsur-angsur inilah yang membuat Miranda semakin tertarik terhadap Andy.


Akhirnya kita sampai di ujung cerita nih, gimana Sobat TulKit seru, kan ceritanya?

Baca Juga: Menerbitkan yang Terbenam (Bagian 2)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Komentar