POST-MORTEM FOTOGRAFI: FOTO HIDUP ORANG MATI

POST-MORTEM FOTOGRAFI: FOTO HIDUP ORANG MATI

Dunia telah mengenal seni fotografi sejak ribuan tahun yang lalu. Fotografi dua dimensi telah bisa dibuat secara permanen mulai dari tahun 1839. Namun, ada yang sedikit aneh pada zaman lahirnya fotografi tersebut, yaitu adanya fotografi post-mortem.

Apa sih, fotografi post-mortem itu?

Fotografi post-mortem adalah praktik memfoto jenazah atau orang meninggal. Fotografi post-mortem ini dulunya sering dilakukan oleh penduduk Inggris pada era Victoria. Seni fotografi tersebut bukan tanpa alasan dibuat, tetapi memiliki tujuan, yaitu untuk mengenang orang-orang tercinta yang sudah meninggal.

Agak serem, ya. Tetapi, pada zaman dulu itu orang-orang yang sudah meninggal biasanya dibuatkan potretnya dengan dilukis walaupun memang pada saat itu biayanya cukup mahal. Alternatif lainnya adalah dengan membawa jenazah tersebut dan membuatkannya sesi foto.

Jika kamu berpikir bahwa memfoto jenazah itu hanya dengan meletakannya di sebuah alas dan memfotonya sebagaimana orang yang sudah meninggal, kamu salah. Fotografi post-mortem itu biasanya dibuat dengan membuat orang yang sudah meninggal tersebut terlihat seolah-olah masih hidup.

Sumber Foto: London Media

Seperti gambar di atas misalnya. Siapa yang menyangka bahwa anak perempuan di sebelah kiri itu adalah jenazah orang meninggal? Biasanya, jenazah diposisikan seperti itu, duduk atau berdiri, mata terbuka, dan difoto sendiri atau bersama keluarganya yang masih hidup.

Fotografi era Victoria

Pada era Victoria, fotografi baru mulai berkembang. Pada saat itu, untuk menghasilkan satu foto saja bisa memakan waktu 60 hingga 90 detik sampai foto benar-benar terekam. Nah, maka dari itu foto post-mortem sering digunakan pada masa itu karena dengan durasi foto yang lama, memfoto orang yang sudah mati menjadi lebih mudah, khususnya pada bayi dan anak-anak.

Selain itu, kamu pasti sering melihat potret seseorang di era Victoria dengan gaya mewah ala bangsawan. Selain di lukis, bangsawan pada zaman itu juga menggunakan foto post-mortem. Dengan mendudukannya di sebuah kursi atau mendirikannya dan menyanggah kepala serta badannya, foto post-mortem pun jadi dengan hasil yang terlihat “hidup”.

Tidak selalu terlihat hidup

Fotografi post-mortem memang biasanya dilakukan untuk membuat kenang-kenangan dari orang yang sudah meninggal. Namun, tidak jarang pula orang yang meninggal dengan kepala yang dipenggal juga dipotret, baik sendiri atau bersama keluarganya.

Sumber Foto: Google
Sumber Foto: Google

Mungkin, jika foto-foto di atas diambil di zaman sekarang yang sudah serba canggih, kamu akan berpikir kalau foto tersebut adalah hasil dari Photoshop. Namun, jika foto-foto tersebut memang diambil di abad ke-19, masih berani bilang itu editan? Agak seram, ya!

Nah, bagi kamu yang masih penasaran dengan foto post-mortem, nih, TulKit kasih bonus foto-fotonya buat kamu!

1. Foto anak bersama bonekanya

2. Foto satu keluarga

3. Foto dengan pasangan tercinta

4. Foto seorang anak dengan kedua orang tuanya

Nah, bisakah kamu tebak yang mana jenazah orang meninggal di foto-foto tersebut?

Tinggalkan Komentar