PANAI', BUKTI KESETIAAN YANG MAHAL

PANAI', BUKTI KESETIAAN YANG MAHAL

Cinta tidak mengenal hambatan. Cinta melewati rintangan, melompati pagar hambatan, dan menembus tembok untuk sampai ke tempat tujuan yang penuh harapan

Uang Panai’ Maharl The Movie

Pernikahan adalah momen sakral untuk menyatukan dua manusia dalam satu komitmen cinta. Khususnya di Indonesia, perlu rasanya mengadakan acara pernikahan dengan proses agama serta budaya di setiap daerah.

Namun di Sulawesi Selatan, untuk membuat komitmen harganya sangat mahal. Pria yang akan menikah, harus membayar uang hingga sebesar ratusan juta rupiah, beberpa petak tanah, hingga mobil mewah.

Untuk menikahi perempuan dari suku Bugis dan Makassar bukanlah perkara murah. Pernikahan adat ala suku Bugis-Makassar termasuk yang termahal di Indonesia karena tingginya harga panai’ yang harus dipenuhi kaum adam untuk meminang perempuan asal daerah tersebut.

Kenapa mahal?

Alasan mengapa uang panai‘ mahal, umumnya karena calon mertua (orangtua si doi yang akan dinikahi) ingin menguji keseriusan calon lelaki yang ingin meminang anak perempuannya.

Dikutip dari Kompas.com, budayawan Sulawesi Selatan, Prof Dr Nurhayati Rahman, juga beranggap demikian.


Di situlah nilai luhurnya uang panai’, dilihat dari keseriusan seorang laki-laki mencari uang. Jangan hanya menikah saja, tapi dia tidak mau bekerja keras. Jadi ada nilai positif dan negatif yang bisa diambil dari hal ini,

Prof Dr Nurhayati

Tentu mereka tidak mau dong, kalau anak perempuan yang sudah dilahirkan dan dibesarkan kehidupannya sengsara di tangan pria yang salah. Terlebih jika perempuan yang mau dinikahi memiliki darah biru, tentunya harga panai’ lebih mahal lagi.

Selain status latar belakang, jenjang pendidikan perempuan juga menjadi faktor mahalnya uang panai’. Menikahi perempuan yang lulusan S1 tentunya akan mahal panai’nya daripada lulusan SMA.

Meskipun begitu, beberapa keluarga bisa diajak bernegosiasi agar harga panai’ diturunkan.

Pengembara Ulung

Uang Panai menjadi motivasi orang Bugis dan Makassar untuk bekerja keras hingga merantau demi meminang kekasih hati.
Bukti orang Bugis dan Makassar harus tangguh, terutama dalam hal cinta.
Sumber Gambar: LampungPro.com

Suku Bugis-Makassar memang dikenal sebagai pengembara ulung. Bisa dibuktikan dengan tersebarnya penyebaran orang Bugis-Makassar di berbagai pelosok nusantara, bahkan dunia, pada masa sejarah.

Buktinya terdapat padakependudukan mayoritas suku Bugis-Makassar di luar Sulawesi Selatan, seperti di Riung (Nusa Tenggara Timur), Pante Macassar (Timor Leste), Makassar (Afrika Selatan), dan daerah lainnya. Terlebih, mereka dikenal dengan pembuat Kapal Pinisi yang terkenal di mata internasional.

Hal itulah yang menjadi alasan mengapa laki-laki Bugis-Makassar harus tangguh menghadapi tantangan dan bekerja keras. Salah satunya adalah merantau dan bekerja sungguh-sungguh agar berpenghasilan supaya bisa meminang si kekasih hati. Cieeee...

Silariang

Kalau ibuta sayang sama kita, seharusnya dia ijinkan kita dengan pilihan ta.

Film ‘Silariang Cinta yang (Tak) Direstui’

Karena mahalnya panai’, beberapa orang memilih silariang, atau kawin lari. Meskipun bagi orang Bugis-Makassar, jalan tersebut adalah aib keluarga dan menjadi beban keluarga. Namun, karena faktor keuangan dan tidak adanya negosiasi kedua-belah pihak silariang adalah jalan pintas untuk menikah.

Dalam budaya Bugis-Makassar, jika ada anggota keluarga yang melakukan silariang maka pelaku tidak dianggap lagi oleh anggota keluarga dan adat. Bahkan generasi selanjutnya tidak diterima lagi.

Lebih ekstremnya lagi, jika keluarga pihak perempuan ingin mempertahankan nama baiknya dari Nilariang (dibawa lari), salah satu anggota keluarga yang lainnya harus mengambil badik. Maksudnya, di sini harus diselesaikan dengan ‘darah’ untuk menghabisi mempelai pria yang mengajak silariang.

Tapi manfaat dari Tumasiri (mengeksekusi dengan badik pada tindakan Silariang) dalam budaya Bugis-Makassar ialah untuk mencegah pemuda-pemudi Bugis-Makassar pada pergaulan yang salah dari adat mereka.

Gimana guys, sudah siap untuk menikahi perempuan Bugis dan Makassar? Kalau kamu belum siap, coba bersungguh-sungguh dulu biar besar kemungkinan calon mertuamu merestuimu.

Baca juga: Cara Membuat Stiker WhatsApp Sendiri


Catatan Kaki

  • “Kita” dan “Ta” di sini dalam bahasa Makassar berarti “Kamu” dan “Mu”
  • Makassar dan Bugis adalah 2 suku yang berbeda, tetapi memiliki banyak budaya dan adat yang serupa. Untuk mempersingkat penyebutan saya gunakan “Suku Bugis-Makassar”.

Tinggalkan Komentar