MINAT BACA-TULIS INDONESIA MASIH RENDAH

MINAT BACA-TULIS INDONESIA MASIH RENDAH

Akhir-akhir ini media cetak seperti buku, koran, dan majalah mulai ditinggalkan. Masyarakat lebih memilih membaca media sosial yang berada dalam genggaman setiap harinya. Tak hanya itu, maraknya bahasa gaul yang semakin lama semakin ‘unik’ mempengaruhi kualitas menulis orang Indonesia. Walaupun begitu, ada cara agar media sosial menjadi solusi untuk meningkatkan minat baca-tulis Indonesia.

Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara

Berdasarkan penelitian dari Central Connecticut State University tahun 2016, peringkat minat baca Indonesia dalam World’s Most Literate Nations berada di urutan 60 dari 61 negara. Lalu pada tahun 2014, UNESCO melansir bahwa indeks tingkat membaca orang Indonesia hanyalah 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk hanya ada satu orang yang benar-benar membaca buku dengan serius.

Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh teknologi yang semakin maju. Dengan adanya media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Line, dan sebagainya, bacaan media cetak seperti surat kabar dan buku sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat lebih tertarik terhadap kejadian yang dialami teman, atau bahkan orang lain yang tidak mereka kenal sekalipun, ketimbang apa yang terjadi di dunia pada saat itu.

Tingkatkan minat baca-tulis Indonesia lewat media sosial

Menurut penulis, media sosial adalah salah satu alternatif untuk memperbaiki rendahnya minat baca-tulis Indonesia. Karena dengan kita menulis status, atau mengomentari suatu postingan, secara tidak sadar kita melatih kemampuan kita dalam menulis. Kita juga berlatih membaca dan memahami suatu informasi.

Untungnya, ada media sosial seperti Line yang melampirkan fitur Line News pada aplikasinya. Jadi setiap hari akan ada beberapa berita dari seluruh dunia. Mulai dari politik hingga entertainment yang ditampilkan dengan judul menarik sehingga mendapatkan perhatian pengguna untuk membacanya.

Bagi penulis, fitur tersebut sangat bagus bagi orang-orang sibuk seperti pelajar dan orang kantoran yang tidak sempat untuk membaca koran setiap hari. Dengan cara itu, mereka dapat mengetahui minimal satu berita setiap harinya karena sifatnya yang praktis, berada di ponsel dan tidak memakan waktu lama untuk membacanya.

Bukan solusi utama

Namun sayangnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk meningkatkan minat baca-tulis lewat media sosial. Seringkali tata bahasa yang digunakan orang-orang dalam menulis status kurang baik dan tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).

Contohnya, menyingkat-nyingkat kata. Hal itu tidak hanya dilakukan oleh anak kecil dan remaja, tapi juga orang tua. Selain itu, adanya budaya ‘alay’ yang merupakan gabungan dari huruf dan angka dalam membentuk kata, tidak menggunakan ejaan yang benar, dan masih banyak lagi.

Pentingnya meningkatkan minat baca-tulis Indonesia

Membaca dan menulis adalah aspek paling penting dalam kehidupan. Jika kita tidak bisa melakukan salah satu diantaranya, kemungkinan besar hidup akan menjadi kosong dan terasa hampa. Kemampuan membaca dapat menambah wawasan, sedangkan kemampuan menulis dapat membuat kita menuangkan ide atau gagasan secara tertulis. Sayangnya, masih banyak  masyarakat Indonesia yang buta huruf atau tuna-aksara.

Menurut data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pada 2012 Indonesia menempati urutan ke-50 dan tahun 2013 menempati urutan ke-38 jumlah tuna-aksara terbanyak di dunia. Jumlah buta aksara di Indonesia hingga akhir 2014 mencapai 5,97 juta jiwa. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun 2012 yang mencapai 6,4 juta jiwa dan merupakan 3,7 persen dari total penduduk Indonesia.

Walaupun jumlah tersebut masih cukup tinggi, pemerintah patut diacungi jempol karena dari tahun ke tahun jumlah tuna-aksara di Indonesia semakin menurun dan menempati urutan ke-3 dari 140 negara di dunia sebagai negara tertinggi yang berhasil menurunkan jumlah angka tuna-aksara.

Gimana, sudah berapa buku yang kamu baca bulan ini? 

Baca juga : Review Buku ‘Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat’

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tinggalkan Komentar