MENERBITKAN YANG TERBENAM (Bagian 2)

MENERBITKAN YANG TERBENAM (Bagian 2)

Selain Riau Rhythm Chambers, Muhammad Amrullah juga turut melestarikan budaya Betawinya melalui musik hip hop yang dikenal dengan nama Kojek Betawi. Dengan teknik vokal yang berkata-kata dengan cepat, Kojek membawakan musik hip-hop dengan menggabungkan musik tradisional betawi yaitu gambang kromong,

“Awal mula kojek betawi ini dibentuk pada tahun 2012. Tetapi saya sendiri sudah ngerap pada tahun 2007, dan di tahun 2010 saya merilis single yang berjudul Lo Kate Jakarte. Musik itu adalah hadiah ketika saya menang lomba rap yang jurinya Igor Saykoji,”

Muhammad Amrullah – Kojek Betawi

Ketika itu Amrullah masih belum menggandeng disc jockey. Ia masih fokus terhadap rap Betawi. Tapi, pada tahun 2012, Kojek merilis album musik pertamanya yang berjudul “Betawi Punya Rapper”, dan pada saat itulah ia mulai bertampil seperti rapper pada umumnya. “Pakai DJ, pakai penari, tapi saya lebih condong ke tarian Betawi. Saya memperkenalkan budaya Betawi melalui musik rap, dan akhirnya Kojek Betawi berjalan hingga kini,” ujar Amrullah.

Baca Artikel Sebelumnya: MENERBITKAN YANG TERBENAM (Bagian 1)

Kendala Kojek Betawi

Tidak hanya Riau Rhythm Chambers yang mendapatkan kendala dalam berkarya, namun rapper khas Betawi ini juga pernah makan asam garam selama perjalanan karirnya.

“Kendalanya waktu itu adalah ketika orang tua dari Betawi melihat, apaan nih bawa nama Betawi tapi kok dengan modernisasi, masih banyak juga yang tentunya kolot dengan budaya. Akhirnya saya katakan kepada mereka bahwa saya justri mencampuri musik luar dengan musik tradisional agar anak muda Betawi atau bahkan anak muda pada umumnya agar juga mencintai dengan budayanya,” ujar Amrullah.

Musisi asal Betawi ini melakukan hal tersebut karena kita tidak dapat langsung mengajarkan anak muda dengan mempelajari musik tradisional atau bahkan tradisi Betawi tersebut. “Karena, kita tidak bisa begitu saja langsung menyuruh anak-anak muda untuk bermain Gambang Keromong Betawi, pasti malas. Diajarkan silat, malas. Oleh karena itu, saya menyuarakan tradisi Betawi melalui musik,” ujar rapper Betawi, Amrullah.

Menertbitkan yang terbenam. Kojek Betawi.
Sumber: Ricky Martin Wijaya

Menurut Amrullah, jika masyarakat benar-benar menikmati musiknya, masyarakat akan mendengarkan alunan Gambang Kromong. Selain itu juga berpadu alat musik Tionghoa, seperti Sukong, Tehyan, dan Kongahyan yang dipadukan dengan ketukan Hip-Hop. Tidak hanya alat musik, Amrullah juga memperkenalkan pakaian tradisional Betawi ketika ia melakukan pertunjukannya.

“Misalkan saya pakai baju sadariah, pakai baju koko dengan celana boim. Juga pakai peci, lalu sarung. Saya juga terkadang menggunakan beskap Betawi, yang gayanya seperti Abang None Jakarta,”

Mendapatkan Apresiasi dan Dukungan

Seiring waktu berjalan, Kojek mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Kojek mendapatkan dukungan dari Lembaga Kebudayaan Betawi dan lainnya. “Saya juga mengenal orang tua dari Lembaga Kebudayaan Betawi, banyak juga di lembaga kebudayaan Betawi lainnya. Saya juga sering menghampiri mereka, kalaupun ada pertunjukkan, kadang-kadang mereka juga mengundang Kojek Betawi,” ujar Amrullah.

Kojek telah mendapatkan banyak penghargaan selama perjalanan karir musiknya. Amrullah mengaku mendapatkan nominasi dalam dua kategori AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards pada tahun 2012. “Salah satunya adalah di lagu berbhasa daerah, dan salah satunya lagi adalah kategori Album produksi rap hip-hop,” kata Amrullah. Walaupun ia tidak memenagi penghargaan tersebut, ia bangga karena telah dapat memasuki nominasi tersebut. Setelah itu, ia juga pernah didaulat oleh Kementerian Pariwisata untuk membentuk lagu bertemakan “Wonderful Indonesia” pada tahun 2013.

Baca Juga: RADEN PATAH, PENDIRI KESULTANAN DEMAK KETURUNAN TIONGHOA

Kojek juga berpesan kepada generasi muda untuk lebih mencintai budaya yang mereka anut. Ia berpesan agar tidak marah ketika budayanya diambil oleh orang lain jika Anda tidak berbuat apa-apa. “Jadi, Anda harus melestarikan budaya dari sekarang, dan jangan pernah malu untuk membawakan budaya Anda sendiri dengan cara yang Anda bisa. Walaupun hanya sekadar Anda berbagi tautan di media sosial mengenai musisi yang membawakan budayanya, itu sudah cukup,” kata Amrullah.

“Pesan Almarhum ayah saya, Kamu boleh suka musik luar, tetapi kamu harus cinta dengan budayamu,”

Muhammad Amrullah

Sumber gambar unggulan: Okezone.com

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Komentar