MEMBANGUN UJUNG KULON KEMBALI DENGAN WISATA

MEMBANGUN UJUNG KULON KEMBALI DENGAN WISATA

Program Destination For Care Sumur diadakan oleh Ujung Kulon Adventure bersama komunitas Pemuda Sumur Peduli (PSP) dan beberapa komunitas lainnya selama 3 hari (15-17/ 2/ 2019). Program ini diadakan untuk menarik wisatawan ke Taman Nasional Ujung Kulon pasca tsunami Selat Sunda (22/12/18) dengan harga Rp 450 ribu.

Kita ambil harga 450 ribu itu biar (wisatawan) yang dari Jakarta datang sudah termasuk transportasi, jadi biar (Taman Nasional Ujung Kulon) ramai lagi pasca tsunami”

Deden Andriyana, Ujung Kulon Adventure

Deden menjelaskan bahwa, kegiatan ini terdiri dari berbagai acara seperti snorkeling di spot Ciapus, tracking ke Pohon Kiara, dan penanaman pohon di beberapa pulau yang terkena imbas tsunami seperti Pulau Badul dan Oar.

Deden juga berharap pemuda Sumur kembali berani melaut dan membuka trip destinasi wisata ke beberapa pulau seperti, Peucang, Badul dan Oar.

Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Peucang. -TulisanKita.com
Pulau Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon

“Kegiatan ini berimbas pada pemulihan ekonomi juga, dan awak kapal wisata maupun nelayan untuk mencari nafkah”

Deden Andriyana, Ujung Kulon Adventure

Wisata Ujung Kulon pasca tsunami

Beberapa titik wisata Taman Nasional Ujung Kulon menjadi dampak karena bencana tsunami akibat runtuhan Gunung Krakatau. Dampak yang cukup besar bisa dilihat adalah dengan rusaknya habitat flora dan fauna.

Tim Liputan Tulisan Kita menemukan beberapa di antaranya adalah rusaknya terumbu karang di sekitar Pulau Badul

“Butuh 7 tahun lebih bagi kami untuk menunggu ini kembali” Ujar Deden

Selain itu, di Pulau Badul maupun Oar beberapa pohon lenyap dimakan gelombang besar tersebut. Bahkan di Pulau Badul sendiri hingga kosong tak tersisa pohon satu pun.

Baca Juga: Perayaan Tanggal 14 di Korea Selatan

Tinggalkan Komentar