INDIE ITU GENRE ATAU BUKAN SIH?

INDIE ITU GENRE ATAU BUKAN SIH?

Dunia musik tidak ada habisnya. Musik berkembang seiring waktu dan banyak melahirkan band-band baru dari berbagai jenis dan aliran musik yang berbeda. Di Indonesia sendiri sudah mulai terdengar istilah band indie atau musik indie sejak beberapa tahun belakangan.

Mendengar lagu yang mendayu-dayu dengan iringan gitar, seseorang mungkin akan berpikir jika musik tersebut beraliran indie. Tapi sebenarnya, apakah indie itu itu termasuk sebuah genre? Nah, kita akan membahasnya dari mulai arti kalimat indie dan sebagainya.

Indie itu sebenarnya diambil dari kata “independent”atau biasa kita sebut mandiri, bekerja sendiri, dan bebas. Kata ini sebenarnya berasal dari kebiasaan orang Inggris menyingkat kan kata. Kasusnya seperti 
television” disingkat menjadi “telly”.

Lantas band indie itu apa?

Jadi yang biasa kita dengar band–band indie seperti Payung Teduh, Danilla, Fourtwnty, dan sebagainya itu bukanlah genre mereka. Kenapa bisa dibilang begitu? Dikarenakan mereka tidak bergantung pada label–label besar di Indonesia.

Band–band seperti yang telah disebutkan tadi, mereka bekerja sendiri dan sesuai seperti genre yang mereka mau. Istila lainnya, mereka melakukan produksi musik dengan DIY (Do it Yourself). Tapi hal ini perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk berkarya.

Tidak seperti band–band yang bergantung dengan label besar. Band yang bergabung dengan label besar rata–rata semua yang dibutuhkan sudah disediakan dari label tersebut. Itu sudah jelas sangat berbeda untuk yang band indie (independent) dan band yang sudah memasuki label besar di Indonesia. Hal ini tersebut tentunya juga berlaku di seluruh dunia.

Apa dampak musik indie?

Menurut Wendi Putranto, dampak dari musik indie di Indonesia ada dua. Pertama, band-band yang dibentuk secara indie menjadi besar penggemarnya, dan semakin mapan. Kedua, perbaikan selera musik masyarakat yang. Ketiga, berkembangnya indie label yang didukung ole major label. Keempat, melahirkan generasi baru yang meminati musik-musik indie.

Selain itu, menurut Wendi Putranto juga, dengan adanya musik indie, bagi musisi bisa melahirkan gebrakan. Band mainstream yang umumnya hanya terbatas itu-itu saja struktur musiknya pun beruba. Band indie berani menerboskan hal yang baru, seperti menggunakan chord (kunci gitar) yang jarak digunakan.

Band indie pun berani memproduksi lagu yang tidak selalu membahas percintaan yang dibawakan band mainstream. Contohnya seperti Silampukau yang berani membuat lagu Si Pelanggan yang membahas Gang Doli (tempat prostitusi di Surabaya). Contoh lain seperti Feast yang membuat lagu Peradaban yang membahas masyarakat dunia.


Nah, jadi intinya indie itu bukanlah genre, ya, sobat tulkit. Melainkan hanya sebuah sistem untuk pemusik yang mulai berkarya. Kalau kalian membuat suatu band yang sesuai seperti kalian inginkan, berarti kalian adalah band indie dengan genre yang kalian mau atau kalian sukai. Apabila ingin mengikuti pasar, lebih baik kalian bergabung dengan label–label besar di Indonesia.


Baca Juga: LAGU-LAGU YANG PAS UNTUK MENJADI SOBAT PERJALANAN dan TUTORIAL BERMAIN BLUES SCALE

(Visited 43 times, 1 visits today)

Tinggalkan Komentar