fiksi
idealisme kami
IDEALISME KAMI
Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.
Kami berbangga ketika jiwa-jiwa Kami gugur sebagai penebus bagi Kehormatan mereka,
jika memang Tebusan itu yang diperlukan
atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar
tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini,
selain rasa cinta yang telah [...]
apa dia emang abangku ??
aku antara percaya dgn enggak, aa’ sekarang beda x..bedaaa x !!
dulu aa’ cuma mentingin diri sendiri, jahat, tukang kelai, suka mintain uang adek”nya, bolos terus, parahlah..
sekarang sih aku kayak ngeliat orang lain,, aa’ lebih mentingin keluarganya, ngomongnya sopan, penyabar, ngerti perasaan org lain, gak pelit, dsb..
bahkan dia udah bikin sbh prusahaan , katanya supaya kami [...]
Masa Lalu: Sebuah Godaan?
Kata orang, “Kamu terlalu ingin banyak tahu makanya kamu mati!”. Ah, entah kenapa, rasa ingin tahu saya memang berlebihan. Terutama rasa mau tahu masa lalu seseorang yang saya cintai. Siapa saja mantannya, apa saja yang pernah dilakukan, bagaimana tabiatnya waktu kecil, dan sebagainya. Tapi, tidak semua orang mau diketahui masa lalunya. Tidak semua orang berkenan [...]
Berkhayal
Apa yang akan Anda lakukan begitu tahu khayalan Anda terbukti? Intuisi Anda terwujud! Harapan yang dulu pernah tertanam akhirnya mati karena saya memiliki perasaan lain. Perasaan kalau dia memang bukan buat saya, tapi buat teman saya. Itu hipotesis saya di tahun 2007. Tanpa metodologi, hanya khayalan; intuisi. Atau apalah namanya. Dan di hari itu, 2009, [...]
“Masa-nya Perempuan”
Lagi-lagi saya terjebak pada “masa-nya perempuan”. Masa ini mengakibatkan rasa sensitif yang dihadirkan secara tidak sengaja oleh orang lain. Padahal orang itu hanya sekadar bercanda pada saya. Tapi saya menanggapinya sangat luar biasa. Mula-mula diam, agak sesak, lalu mata mulai panas. Sial.. Ada apa dengan saya? Cukup lelah sebetulnya merasakan hal ini. Karena suasana menyenangkan [...]
Kamu Milikku Dan Miliknya
Boni, telah bertunangan dengan Ovi yang sudah Boni pacari selama lima tahun. Selama mereka pacaran hubungan Boni dan Ovi baik – baik saja.
Pada suatu hari Boni merasa stress karena omzet restaurant miliknya terus turun dalam waktu dua minggu terakhir. Disaat – saat seperti inilah Boni mengharapkan kehadiran Ovi untuk menemani dan mensuport diri [...]
SAJAK NATAL (SEKOLAH MINGGU)
KADO NATAL UNTUK TUHAN YESUS
(Doa Seorang Anak)
tertunduk diri ini, malu teramat malu
karena di ambang Natal-Mu
belum jua tersedia kado
yang dapat kupersembahkan kepada-Mu, Tuhan Yesus …
sungguh terlalu!
bila sahabat-sahabatku berulang tahun,
selalu kuberikan sesuatu
yang dapat menyenangkan hati mereka
juga kuingat ketika aku ultah
mereka berbondong-bondong kayak gerondong memberiku bingkisan
tetapi sekarang -aku sedang tidak punya uang-
karena bapakku sedang krisis ekonomi
dan mamakku bokek [...]
REFLEKSI HARI GURU
Dear Readers, hari ini, 25 Nopember 2008 di seluruh tanah air diadakan upacara peringatan Hari Guru Nasional Ke-63. Hari ini seakan semua perhatian terfokus kepada guru, seorang yang disebut dalam hymne Guru sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Ya, guru di era pemerintahan SBY-Jusuf Kalla sangat mendapat perhatian khusus, karena untuk mencerdaskan seluruh anak bangsa merekalah [...]
Indonesiana
komentar seorang arsitek sesudah menonton film gie…
“Di Indonesia hanya ada dua pilihan, menjadi apatis atau idealis”
Soe Hok Gie
Kalau Gie memilih menjadi idealis dengan penuh kesadaran, jalan hidupku telah membawaku menjadi apatis dengan tanpa sadar. Kalau Gie memulai masa dewasa awalnya dengan langkah pasti menuju sang idealis, aku memulainya dengan kepastian-kepastian yang menuntunku menjadi [...]
Jangan Pulang ke Jogja (1)
Aku menggenggam pegangan besi kereta dengan tangan kiri gemetar, dan tangan kanan mengenggam telapak mungil Tama. Dia asyik berceloteh tentang pepohonan yang berlari, dan aku asyik berdebar menanti detik-detik ini.
Aku pulang ke Jogja!
Setelah sekian tahun menghindari untuk pulang, sekarang keberanian dan tekad itu membawaku ke tanah kelahiranku. Setelah umur Tama, empat tahun, setelah lilin angka [...]
