Berkhayal
Apa yang akan Anda lakukan begitu tahu khayalan Anda terbukti? Intuisi Anda terwujud! Harapan yang dulu pernah tertanam akhirnya mati karena saya memiliki perasaan lain. Perasaan kalau dia memang bukan buat saya, tapi buat teman saya. Itu hipotesis saya di tahun 2007. Tanpa metodologi, hanya khayalan; intuisi. Atau apalah namanya. Dan di hari itu, 2009, hipotesis saya terbukti. Dia bersama dia, harapan saya dulu.
Memang, semuanya tidak lagi berguna lagi buat saya. Karena ada yang lain dan sudah mengisi harapan saya. Tapi kenapa setelah kejadian itu saya masih merasa janggal. Aneh, kenapa hipotesis saya yang tanpa dasar apa pun bisa terwujud. Ah, mungkin malaikat sedang sepemikiran dengan saya, sehingga menyetujui khayalan saya.
Kalau memang begini, hati-hati kalau berkhayal. Hmm..
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments
No comments yet.
Leave a comment