“Masa-nya Perempuan”
Lagi-lagi saya terjebak pada “masa-nya perempuan”. Masa ini mengakibatkan rasa sensitif yang dihadirkan secara tidak sengaja oleh orang lain. Padahal orang itu hanya sekadar bercanda pada saya. Tapi saya menanggapinya sangat luar biasa. Mula-mula diam, agak sesak, lalu mata mulai panas. Sial.. Ada apa dengan saya? Cukup lelah sebetulnya merasakan hal ini. Karena suasana menyenangkan akan berubah menjadi buruk dan ingin segera menyendiri di kamar. Betul-betul tidak jelas..
Tuhan, kenapa mesti ada efek samping pada “masa-nya perempuan” ini? Atau memang saya yang kurang baik dalam manajemen emosi? Kalau ada kursusnya, saya mau ikut!
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments
No comments yet.
Leave a comment