Kamu Milikku Dan Miliknya
Boni, telah bertunangan dengan Ovi yang sudah Boni pacari selama lima tahun. Selama mereka pacaran hubungan Boni dan Ovi baik – baik saja.
Pada suatu hari Boni merasa stress karena omzet restaurant miliknya terus turun dalam waktu dua minggu terakhir. Disaat – saat seperti inilah Boni mengharapkan kehadiran Ovi untuk menemani dan mensuport diri Boni tapi Boni sadar bahwa saat ini Ovi tidak bisa berada di samping boni karena Ovi yang berprofesi sebagai pramugari sedang bertugas.
Boni berusaha untuk melupakan masalah ini sejenak dengan mengunjungi kafe favoritnya sambil menikmati secangkir coklat panas. Tanpa diduga Boni bertemu dengan teman semasa Boni masih kuliah Nara. Mereka mulai bernostalgia dengan cerita – cerita semasa kuliah dan Boni tanpa sadar mencurahkan isi hatinya mengenai masalah restaurant yang sedang Boni hadapi.
Setelah mendengar Boni bercerita mengenai masalahnya, Nara bermaksud untuk membantu Boni untuk mencarikan cara untuk meningkatkan penjualan restaurant dan menaruh modal / joint dalam restaurant Boni dan Boni menyetujui keinginannya Nara.
Keesokan harinya, Boni merasakan kangen kepada Nara. Boni menelepon Nara untuk mengajaknya pergi makan sebagai ucapan terima kasih Boni kepada Nara yang telah membantu Boni.
Sepulangnya dari pergi makan bersama Nara, Boni merasakan kangen dan Boni pun mulai bertanya dalam hatinya apa ia sedang jatuh hati kepada Nara? Dan Boni pun merasa nyaman jika Nara berada disampingnya.
Hari – hari terus berlalu hubungan Boni dan Nara semakin dekat dengan Nara semenjak Nara joint di restaurant. Ovi tidak curiga dan tidak cemburu melihat kedekatan Boni dan Nara karena Ovi pikir hubungan Boni dengan Nara hanya sebatas urusan bisnis, Ovi sendiri mempercayai Boni dan selama lima tahun pacaran dengan Boni, Boni termasuk cowok yang setia.
Tanpa sepengetahuan Ovi, Boni dan Nara telah menjalin hubungan asmara. Boni sadar dirinya telah bertunangan dengan Ovi tetapi Boni membutuhkan Nara yang selalu berada disampingnya disaat Boni membutuhkan seseorang yang bisa dijadikan tempat curhatan hatinya disaat Boni sedih dan gembira. Begitu juga dengan Nara, Nara tidak mempermasalahkan dengan statusnya Boni yang menjadi tunangan dari Ovi. Bagi Nara semenjak kedekatannya dengan Boni selama satu bulan terakhir, Nara merasa nyaman bersama Boni.
Meskipun Nara tau kalau Boni tidak mungkin dapat menikahi Nara tetapi ini bukan masalah bagi Nara karena Nara cukup merasa bahagia dengan keadaan yang sekarang menjadi kekasihnya Boni. Boni tidak dapat menikahi Nara karena Boni mencintai Ovi, sebelum Ovi menjadi pramugari Ovi selalu ada untuk Boni tetapi Boni juga tidak tega jika harus menyuruh Ovi berhenti menjadi pramugari untuk menyelamatkan hubungan mereka dari orang ke tiga (Nara) karena menjadi pramugari adalah cita – cita Ovi dari kecil dan Boni tidak ingin menghancurkan cita – cita Ovi yang telah Ovi raih.
Cewek yang di cintai oleh Boni hanya Ovi seorang, walaupun Boni tidak mencintai Nara tetapi Boni sangat menyayangi Nara. Boni berusaha untuk bisa bersikap adil antara Ovi dan Nara.
Tiga bulan kemudian
Ovi mengalami luka bakar yang cukup parah akibat kecelakaan pesawat yang Ovi alami saat bertugas, pesawatnya jatuh lalu terbakar. Nara yang melihat berita kecelakaan Ovi di tv, Nara segera pergi ke Jakarta untuk membesuk Ovi di rumah sakit.
Setibanya Nara di rumah sakit, Boni, Ovi dan keluarga Ovi terkejut dengan keadaan Ovi yang sangat kritis namun Ovi masih sadar, sebelum Ovi menghembuskan nafas terakhirnya, Ovi meminta agar Boni selalu menjaga dan menyayangi Nara.
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Namanya belum jodoh…