idealisme kami
IDEALISME KAMI
Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.
Kami berbangga ketika jiwa-jiwa Kami gugur sebagai penebus bagi Kehormatan mereka,
jika memang Tebusan itu yang diperlukan
atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar
tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini,
selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami ,
menguasai perasaan kami, memeras habis air mata ini
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.
Betapa berat rasa di hati
ketika kami Menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini
Sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan
kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia
dan bersih dari hawa nafsu
kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
kami tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih
yang kami harap adalah terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta
apa dia emang abangku ??
aku antara percaya dgn enggak, aa’ sekarang beda x..bedaaa x !!
dulu aa’ cuma mentingin diri sendiri, jahat, tukang kelai, suka mintain uang adek”nya, bolos terus, parahlah..
sekarang sih aku kayak ngeliat orang lain,, aa’ lebih mentingin keluarganya, ngomongnya sopan, penyabar, ngerti perasaan org lain, gak pelit, dsb..
bahkan dia udah bikin sbh prusahaan , katanya supaya kami gak susah cari kerjaan pas lulus sekolah nanti. maklum udah pada SMP & SMA..
dia juga ngasih papa rumah hasil dari krjaannya..masyaallah…
apa yg udah ngubah aa’ jadi baik kali ?? aku sering mikir gt sihh.. tapi aku juga sbenernya pnya rncana yg sma kyk aa’.. malah aku udah rancang rumahnya..^^
tapi..
kok rasanya aa’ jauh ya ?? wlwpun dia lagi deket aku..
kayaknya dia punya 3 adek ajalah..
kakakku, adek dr istrinya, sama adek bungsuku..
aku ??
tp gmanapun jg.. aku tetep bangga sama aa’ ku ..
aa’ emang debes !!!
Masa Lalu: Sebuah Godaan?
Kata orang, “Kamu terlalu ingin banyak tahu makanya kamu mati!”. Ah, entah kenapa, rasa ingin tahu saya memang berlebihan. Terutama rasa mau tahu masa lalu seseorang yang saya cintai. Siapa saja mantannya, apa saja yang pernah dilakukan, bagaimana tabiatnya waktu kecil, dan sebagainya. Tapi, tidak semua orang mau diketahui masa lalunya. Tidak semua orang berkenan diulik kisah cintanya. “Ini privasi!” begitu alasannya..
Jadilah saya yang ketakutan sendiri. Takut kalau-kalau seseorang itu masih memendam rasa masa lalu. Masa lalu bisa lebih indah dari masa sekarang dan tidak sedikit orang yang masih mau kembali ke masa lalu untuk menariknya ke masa kini. Dan saya sudah pernah merasakan ditinggal orang-orang tercinta karena mereka lebih mencintai masa lalu-nya.
Mungkin saya kurang sibuk sehingga berpikir hal tidak penting macam ini. Tapi tetap saja di tengah kesibukan menyelinap tanda tanya, “Apakah masa lalu masih menggodanya?”. Entahlah.. Tapi, semoga tidak.
Berkhayal
Apa yang akan Anda lakukan begitu tahu khayalan Anda terbukti? Intuisi Anda terwujud! Harapan yang dulu pernah tertanam akhirnya mati karena saya memiliki perasaan lain. Perasaan kalau dia memang bukan buat saya, tapi buat teman saya. Itu hipotesis saya di tahun 2007. Tanpa metodologi, hanya khayalan; intuisi. Atau apalah namanya. Dan di hari itu, 2009, hipotesis saya terbukti. Dia bersama dia, harapan saya dulu.
Memang, semuanya tidak lagi berguna lagi buat saya. Karena ada yang lain dan sudah mengisi harapan saya. Tapi kenapa setelah kejadian itu saya masih merasa janggal. Aneh, kenapa hipotesis saya yang tanpa dasar apa pun bisa terwujud. Ah, mungkin malaikat sedang sepemikiran dengan saya, sehingga menyetujui khayalan saya.
Kalau memang begini, hati-hati kalau berkhayal. Hmm..
“Masa-nya Perempuan”
Lagi-lagi saya terjebak pada “masa-nya perempuan”. Masa ini mengakibatkan rasa sensitif yang dihadirkan secara tidak sengaja oleh orang lain. Padahal orang itu hanya sekadar bercanda pada saya. Tapi saya menanggapinya sangat luar biasa. Mula-mula diam, agak sesak, lalu mata mulai panas. Sial.. Ada apa dengan saya? Cukup lelah sebetulnya merasakan hal ini. Karena suasana menyenangkan akan berubah menjadi buruk dan ingin segera menyendiri di kamar. Betul-betul tidak jelas..
Tuhan, kenapa mesti ada efek samping pada “masa-nya perempuan” ini? Atau memang saya yang kurang baik dalam manajemen emosi? Kalau ada kursusnya, saya mau ikut!
Sendiri di kesunyian
Awan mulai gelap
Pertanda hari mulai malam
Ku berjalan menyusuri gang
Menuju tempat d mana aku tinggal
Aku tinggal seorang diri
Di kamar yang kecil
Nasib anak yang merantau
Hari-hari aku lewati dengan air mata
Tak tau siapa yang harus aku salahkan
Ingin ku berteriak
Dan mengakhiri semuanya dengan caraku sendiri
karena kini semua telah sirna, bersama gantinya malam
Haruskah?
Aku tak bisa lagi memendam segala perih
Telah Lelah hati ini mengartikan cinta
Karena kini aku yang meratapi semua kekalahanku
Begitu mudah diri dan hati ini melepasmu
Aq tidak pernah teryakinkan di saat jauh
Keimanan dan paham yg berbeda
Membuat cinta tak harus memiliki
Haruskah diri ini masih bertahan?
Kamu Milikku Dan Miliknya
Boni, telah bertunangan dengan Ovi yang sudah Boni pacari selama lima tahun. Selama mereka pacaran hubungan Boni dan Ovi baik – baik saja.
Pada suatu hari Boni merasa stress karena omzet restaurant miliknya terus turun dalam waktu dua minggu terakhir. Disaat – saat seperti inilah Boni mengharapkan kehadiran Ovi untuk menemani dan mensuport diri Boni tapi Boni sadar bahwa saat ini Ovi tidak bisa berada di samping boni karena Ovi yang berprofesi sebagai pramugari sedang bertugas.
Boni berusaha untuk melupakan masalah ini sejenak dengan mengunjungi kafe favoritnya sambil menikmati secangkir coklat panas. Tanpa diduga Boni bertemu dengan teman semasa Boni masih kuliah Nara. Mereka mulai bernostalgia dengan cerita – cerita semasa kuliah dan Boni tanpa sadar mencurahkan isi hatinya mengenai masalah restaurant yang sedang Boni hadapi.
Setelah mendengar Boni bercerita mengenai masalahnya, Nara bermaksud untuk membantu Boni untuk mencarikan cara untuk meningkatkan penjualan restaurant dan menaruh modal / joint dalam restaurant Boni dan Boni menyetujui keinginannya Nara.
Keesokan harinya, Boni merasakan kangen kepada Nara. Boni menelepon Nara untuk mengajaknya pergi makan sebagai ucapan terima kasih Boni kepada Nara yang telah membantu Boni.
Sepulangnya dari pergi makan bersama Nara, Boni merasakan kangen dan Boni pun mulai bertanya dalam hatinya apa ia sedang jatuh hati kepada Nara? Dan Boni pun merasa nyaman jika Nara berada disampingnya.
Hari – hari terus berlalu hubungan Boni dan Nara semakin dekat dengan Nara semenjak Nara joint di restaurant. Ovi tidak curiga dan tidak cemburu melihat kedekatan Boni dan Nara karena Ovi pikir hubungan Boni dengan Nara hanya sebatas urusan bisnis, Ovi sendiri mempercayai Boni dan selama lima tahun pacaran dengan Boni, Boni termasuk cowok yang setia.
Tanpa sepengetahuan Ovi, Boni dan Nara telah menjalin hubungan asmara. Boni sadar dirinya telah bertunangan dengan Ovi tetapi Boni membutuhkan Nara yang selalu berada disampingnya disaat Boni membutuhkan seseorang yang bisa dijadikan tempat curhatan hatinya disaat Boni sedih dan gembira. Begitu juga dengan Nara, Nara tidak mempermasalahkan dengan statusnya Boni yang menjadi tunangan dari Ovi. Bagi Nara semenjak kedekatannya dengan Boni selama satu bulan terakhir, Nara merasa nyaman bersama Boni.
Meskipun Nara tau kalau Boni tidak mungkin dapat menikahi Nara tetapi ini bukan masalah bagi Nara karena Nara cukup merasa bahagia dengan keadaan yang sekarang menjadi kekasihnya Boni. Boni tidak dapat menikahi Nara karena Boni mencintai Ovi, sebelum Ovi menjadi pramugari Ovi selalu ada untuk Boni tetapi Boni juga tidak tega jika harus menyuruh Ovi berhenti menjadi pramugari untuk menyelamatkan hubungan mereka dari orang ke tiga (Nara) karena menjadi pramugari adalah cita – cita Ovi dari kecil dan Boni tidak ingin menghancurkan cita – cita Ovi yang telah Ovi raih.
Cewek yang di cintai oleh Boni hanya Ovi seorang, walaupun Boni tidak mencintai Nara tetapi Boni sangat menyayangi Nara. Boni berusaha untuk bisa bersikap adil antara Ovi dan Nara.
Tiga bulan kemudian
Ovi mengalami luka bakar yang cukup parah akibat kecelakaan pesawat yang Ovi alami saat bertugas, pesawatnya jatuh lalu terbakar. Nara yang melihat berita kecelakaan Ovi di tv, Nara segera pergi ke Jakarta untuk membesuk Ovi di rumah sakit.
Setibanya Nara di rumah sakit, Boni, Ovi dan keluarga Ovi terkejut dengan keadaan Ovi yang sangat kritis namun Ovi masih sadar, sebelum Ovi menghembuskan nafas terakhirnya, Ovi meminta agar Boni selalu menjaga dan menyayangi Nara.
my first post
iseng bikin blog, akhirnya jadi deh…
baru ptama kali ne…
SAJAK NATAL (SEKOLAH MINGGU)
KADO NATAL UNTUK TUHAN YESUS
(Doa Seorang Anak)
tertunduk diri ini, malu teramat malu
karena di ambang Natal-Mu
belum jua tersedia kado
yang dapat kupersembahkan kepada-Mu, Tuhan Yesus …
sungguh terlalu!
bila sahabat-sahabatku berulang tahun,
selalu kuberikan sesuatu
yang dapat menyenangkan hati mereka
juga kuingat ketika aku ultah
mereka berbondong-bondong kayak gerondong memberiku bingkisan
tetapi sekarang -aku sedang tidak punya uang-
karena bapakku sedang krisis ekonomi
dan mamakku bokek pula, bo lui kata tetangga cinaku
apayang dapat kuberikan?
coklat dan permenkukah?
akh … aku rasa Tuhan Yesus sudah besar sekarang
dan dia tak lagi suka coklat dan permen-permenku
lagi pulak, aku masih suka coklat dan permenku je …
makanya gigiku keropos dan ompong dilibas gula-gula
apakah buku tulis dan pinsilku?
akh .. buku tulisku sudah sempat kucoreti
dan pinsilku sudah pendek banget
lalu, apa ya yang Tuhan Yesus suka?
hhmm,aku baru ingat!
Tuhan Yesus pasti suka
kalau aku mempersembahkan diriku
ya Tuhan Yesus, terimalah hidupku ini
sebagai kado ulang tahun untuk-Mu
AMIN.
Christmas Season, Des-2007.
(E.M.S)
REFLEKSI HARI GURU
Dear Readers, hari ini, 25 Nopember 2008 di seluruh tanah air diadakan upacara peringatan Hari Guru Nasional Ke-63. Hari ini seakan semua perhatian terfokus kepada guru, seorang yang disebut dalam hymne Guru sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Ya, guru di era pemerintahan SBY-Jusuf Kalla sangat mendapat perhatian khusus, karena untuk mencerdaskan seluruh anak bangsa merekalah yang sangat memegang peranan penting. Itu sebabnya, APBN pun diarahkan 20% untuk pendidikan yang sudah pasti implikasinya juga kepada kesejahteraan guru. Tetapi bagaimanakah kondisi guru yang sedang mendapat perlakuan “anak emas”? Beragam, mulai dari guru yang memang bangga dengan profesinya sebagai pendidik sehingga dengan segala idealismenya terus bertahan dalam tugas kendati harus juga berjuang untuk mempertahankan hidupnya sendiri maupun keluarganya dalam himpitan ekonomi karena Krisis Global yang sedang melanda. Sampai kepada guru yang hanya “nyambi” dan menganggap profesi guru adalah peran yang perlu dilakonkannya demi berjalannya panggung sandiwara dunia tanpa sedikitpun memiliki “sentuhan” dalam proses belajar-mengajar apalagi profesionalisme guru sangat jauh di batinnya. Ironis memang situasi pendidikan di negara kita. Kalau semua guru seperti yang saya lukiskan, bagaimana kualitas anak bangsa kita ke depan?. Peduli orang lain yang demikian, yang penting, aku, aku yang adalah penulis dan juga guru akan berusaha seperti apa yang diharapkan Bapak Menteri Pendidikan dalam pidatonya yang dibacakan para Pembina Upacara di Hari Guru hari ini : “Menjadi Guru Yang Profesional dan Berkualitas”. Selamat Hari Guru!
* Elkana Mulyadi, S.Th
Penulis adalah guru di Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI)-Lubuk Pakam, Sumatera Utara.
